Pentingnya Pendidikan Menurut Perspektif Hadits
By : Patma Aulia
#Mahasiswa Pendidikan Agama Islam ( Universitas Islam Negeri Sumatera Utara )
Perspektif Hadits Rasulullah SAW Mengenai Pentingnya Pendidikan Serta Metode Rasulullah Dalam Mendidik Para Sahabat
1. a Hadits Pentingnya Pendidikan Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW
Hadits Anjuran Menuntut Ilmu
1.b Metode Nasehat Salah Satu Metode Rasulullah Dalam Mendidik Para Ummat
Hadits Tentang Bersikap Qana'ah
2.a Rasulullah Sebagai Uswatun Hasanah Sebagai Seorang Pendidik/Guru
Contoh Teladan dari Rasulullah SAW Sebagai Seorang Guru
Rasulullah SAW merupakan seorang yang sempurna dijadikan figur sekaligus uswah atau teladan sebagai seorang pendidik, Rasulullah SAW adalah sosok pendidik yang sangat fenomenal sepanjang sejarah yang mampu menawarkan dan memberikan berbagai konsep-konsep pendidikan sebagai problem solving atas problematika umat, dan sampai sekarang konsep-konsep itu selalu relevan denagn situasi dan perkembangan zaman. Tidak ada keraguan bagi kita untuk meneladani Rasulullah SAW, sehingga tak dapat dipungkiri beliau adalah sosok yang berhasil mendidik para sahabatnya dan tentunya ummatnya yang meneladani sosok akhlaknya. Beliau merupakan sosok suri tauladan disetiap sudut kehidupan ummatnya, termasuk juga dalam hal mendidik. Beliau adalah seorang guru yang memberikan contoh teladan yang baik baik kepada ummatnya. Maka, sudah sepantasnya kita sebagai seorang calon guru masa depan untuk mengidentifikasi dan meneladani Rasulullah dalam mendidik.
Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berkepribadian mulia dan teladan bagi setiap orang yang berguru dan mencari petunjuk. Sikapnya yang penuh dengan kedamaian dan hatinya yang penuh kelembutan dalam mendidik menjadikannya sebaik- baik figure teladan yang baik dalam setiap sudut dan aspek kehidupan Rasululullah SAW. Rasululullah sebagai seorang yang penyayang dalam setiap tindakannya kepada siapa saja, baik kepada keluarga, sahabat dan siapa saja.
(Muslim bin Al-Hajjaj Al- Qusyairi An-Naisaburi, Ensiklopedia Hadis 4; Shahih Muslim 2, Jakarta Timur: Penerbit Almahira, 2012, cet 1 )
Kemudian dalam suatu hadits, Rasululullah menampilkan sikap yang lemah lembut sebagai seorang pendidik, Berikut cuplikan hadits yang menggambarkan sikap lemah lembutnya Rasul
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَامَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَتَنَاوَلَهُ النَّاسُ فَقَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعُوهُ وَهَرِيقُوا عَلَى بَوْلِهِ سَجْلًا مِنْ مَاءٍ أَوْ ذَنُوبًا مِنْ مَاءٍ فَإِنَّمَا بُعِثْتُمْ مُيَسِّرِينَ وَلَمْ تُبْعَثُوا مُعَسِّرِينَ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Az Zuhri berkata, telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud bahwa Abu Hurairah berkata, "Seorang Arab Badui berdiri dan kencing di Masjid, lalu orang-orang ingin mengusirnya. Maka Nabi ﷺ pun bersabda kepada mereka, "Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air, atau dengan seember air, sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk membuat kesulitan."
(Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Ensiklopedia Hadis 2: Shahih Al-Bukhari 2, Jakarta Timur: Penerbit Almahira, 2012, cet 1)
Penjelasan hadits : Bahwa Rasulullah tidak pernah marah sekalipun kesalahan itu layak untuk menimbulkan respon kemarahan. Sikap beliau pada hadits ini menunjukkan bahwa beliau adalah orang yang berlemah lembut dan tidak ingin mempersulit urusan orang lain.
Kedua, Rasulullah selalu memberikan contoh langsung/ praktek dalam mendidik serta sabar dalam mendidik.
Rasululullah tidak hanya mengajarkan dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan. Beliau memberikan contoh yang nyata dalam kehidupan sehari-hari tentang bagaimana berperilaku sesuai dengan ajaran islam, mulai dari ibadah, akhlak, hingga interaksi sosial. Misalnya, Rasulullah menunjukkan bagaimana cara adzan, sholat, bagaimana berbicara dengan sopan serta menjaga hubungan baik dengan keluarga ataupun tentang Hal tersebut diupayakan oleh Rasululullah SAW agar memang murid-muridnya paham dan mengerti tentang pengajaran ataupun ilmu tersebut secara benar. Dan Rasul juga bersikap sabar ketika para muridnya tidak paham terhadap ilmu yang disampaikan Rasul. Rasul dengan segala upaya dan kecerdasannya sabar dengan memberikan pengulangan atau memberikan perumpamaan-perumpamaan agar muridnya lebih paham terhadap ilmu atau materi yang diajarkannya.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي مَحْذُورَةَ يَعْنِي عَبْدَ الْعَزِيزِ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ قَالَ أَلْقَى عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّأْذِينَ هُوَ بِنَفْسِهِ فَقَالَ قُلْ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ قَالَ ثُمَّ ارْجِعْ فَمُدَّ مِنْ صَوْتِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu 'Ashim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abdil Malik bin Abi Mahdzurah, yakni Abdul Aziz dari Ibnu Muhairiz dari Abu Mahdzurah dia berkata, Rasulullah telah mengajarkan cara azan kepadaku, langsung dari beliau sendiri, beliau bersabda, "Ucapkanlah: Allaahu akbar Allaahu akbar, Allaahu akbar Allaahu akbar, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Dua kali dua kali. beliau meneruskan: Kemudian ulangilah, lalu panjangkan suaramu, Asyhadu an laa ilaaha Illallaah, Asyhadu an laa ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Hayya 'alas shalaah hayya 'alas shalaah, hayya 'alal falaah, Hayya 'alal falaah, Allaahu akbar Allaahu akbar, Laa ilaa illallaah.
(Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy’ats al-Azdi as-Sijistani, Ensikopedia Hadits 5; Sunan Abu Dawud,, Jakarta : Penerbit Almahira House Of Almahira, 2013, Cetakan 1)
Penjelasan hadits : Dalam hadits ini, Rasulullah mendidik para sahabat dengan cara mempraktikan langsung agar para sahabat paham dengan ilmu yang diajarkan Rasulullah sebagai seorang pendidik kepada para muridnya. Dengan metode ini, Rasulullah menggambarkan teladan yang baik menjadi seorang guru, karena beliau mengajarkan bukan hanya dengan kata-kata. Namun, dipraktekkan langsung demi pahamnya para murid mengenai cara adzan yang baik dalam hadits ini.
Komentar
Posting Komentar